MENGENAI SAYA (SALAM KENAL, SALAM ANGKON, KHIK SALAM KEMUAKHIAN)

Foto saya
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Nurwan dilahirkan di Pekon Kebuayan Kecamatan Karya Penggawa Krui Pesisir Barat pada tanggal 16 Januari 1988. Merupakan anak pertama dari empat bersaudara (kakak dari Rika Diana, Laila Roza dan Azmi Fikron) anak pertama dari pasangan Bak Zuandi bin M. Nuh dan Mak Nurbaiti binti M. Samman. Merupakan salah satu keturunan dari Paksi Buay Bejalan Diway yang turun dan menetap serta menurunkan Jurai Radin Bangsawan dan Djagakoe di Pekon Perpasaan Way Nukak Krui Pesisir Barat.

Senin, 08 Oktober 2012

My Facebook and Twitter

My Facebook



My Twitter

"TUKANG KOPERASI"



Meizianazi Putra 



Awal Mula Sai pertama
Ram haga ngaji Diri
Payu ram lalang Waya
Dang Kik Sasebik Di hati

Sinji Cuma Segata
Liwan helau isini
Kintu Wat sai mak nerima
Kilu maaf nihan puari

Bukisah jelma lima
Midor Mid Pekon Dudi
Niat lapah Usaha
Sandang tedos bangik Sakikni

Sesampai Tyan Di jawa
Utok pusing repa hagukni
Haga Bubindom Di Dipa
jaoh Jak minak muari

Lapah nyepok Sugeh rencaka
Tagan Ana pak koperasi
Sai penting mulang kak buka
Adu tantu Nihan Wat hasilni

Kapan Tiyan kak bucerita
Liwan helau bangikni Di Dudi
Sapa Sai mawat percaya
Ajo Tiliak nihan buktini

Tongkrongan motor Ninja
Emas inton Di kanan kiri
tagan Ana pak Tang Sita
Penting Bugaya pai Buka Sinji

Cuba kik ram Sai nanya
balak kudo tarek'an ketti
jawab Ni Tiyan Lima
Rua juta tiap rani

Lamon Nihan Sai tikena
Halus cawa kena Di budini
nangguh Tyan Di ulun tuha
haga nutuk mak Sdi hani

Ulun Tuha mak kecewa
Asal tantu Di hasilni
Sabah Sai hahana
Tijual pakai Modalni

Cukup pai Antak ija
Segata Di BINGI rani
Sinji Hiburan Semata
Maaf Kik Wat Salahni... 

Nyin Lalang : Pak Lunek Benu



By Hasim on Thursday, March 8, 2012




Pukokni kik aga sababalak awak mak ngedok sai dacok ngalahko Pak Lunek Benu. Kik adu ngicik iya layin begawoh. Injuk iya unyin sai calak. Injuk iya pandai unyin isini di dunia ji. Kidang dunia ni mak hak lebeh jak tukuni pekon seno do. Pukokni, ani jalma kamno, ancak iya ngunjakko kicik jak ngunjakkko jinjongan.
Unyinni jelma sang pekon adu jak diawak-keni. Kidang tanno ulun adu pandai unyin. Ulun adu pandai kaghtuni. Kik sa gila agi lamondo ulun sai tiangah ngedengiko kicikni. Agi lamon do ulun sai peghcara. Ya tanno makngedok lagi sai nyemangogh keni. Ulun adu pandai unyinni. Mak ngedok pasni. Beladi sa’ayayapan ghiya.
Kidang injukni iya juga adu pandai jelma sang pekon mak aga lagi ngedengiko kicikni. Tanno kik ngicik jama jelma sang pekon iya mulai buyun-uyun. Halok mak mebangek lagi dighasani kik dikemitko ulun.
Kidang dang cuba-cuba kik betungga jelma jak luagh. Jadi santapanni do diya. Peghnah waktu nyak mulang jak midogh, nyak menok Pak Lunek Benu lagi asik ngobrol di papanca jama jelma sai, induh jelma jak ipa bakas seno. Pak Lunek Benu sanemon buceghita, bakas seno tiangah ngedengini. Kena niku mamak aku delom hati, sambil nyak liyu.
“Tiap ghani ngia nyak nyumbangko ghah-ku,” ani Pak Lunek Benu sai kudengi. Kiamat aku delom hati, gheno kik hibatni kudo. Tiap ghani nihan iya nyumbangko ghahni mik PMI. Kidang induh kuk iya pandai induh mawat ghepa caghani nyumbangko ghah sa.
“Sangun gaguwaiko do kik seno,” ani muneh. Mak dihaghi keni nyak lalang dilom hati. Keliwatan ‘awakni Pak Lunek Benu ji, aku delom hati.
Kadu mak saka jak seno bang bakas saiya singgah muneh di lamban, nanya bakku.
“Bak lagi di sabah,” aku jama iya.
“Kapan iya mulang?” ani.
“Induh. Biasani dibi. Jam lima. Kak adu aga magghib,” aku.
“Payu kik gheno ucakko gawoh jama iya. Jemoh nyak ghatong luwot,” ani.
“Payu. Kemak gila tunggu pai. Halok saghebok lagi iya mulang.”
“Ikin gawoh ajo adu manom.”
Kak jemohni iya ghatong do. Kebetulan bak lagi wat di lamban. Ya ghadu jak basa-basi seghebok ghek ngenalko dighini, bakas saiya nyampaiko maksudni.
Ajo gheji pekni Pak Lunek,” ani jama bak. “Maksudku mik dija ji nyak aga katulungan. Kidang nyak ji mak kik pandai ga ngicek. Mak nyak pandai caghani kik aga bubasa-basi. Kintu teghus teghang gawoh, ajo sekam ghua ji adu saka tibulamban, adu pitu tahun. Kidang mak kung ngedok uleh. Mak kung ngedok ketughunan. Ajo kudengi jak Pak Lunek Benu di kabelahno, niku pandai ngelulahni. Ngilu tulung pai nihan ajo,” ani.
“Kacah …” ani bak tikanjat. “Mak nyak pandai kik guwai maghagheno. Kintu guwaiku ji mik sabah, ngababalek duniaji, ghek segok di lom pulan ji, ngekui batangni damar. Mak nyak pandai kik aga guwai injuk gheno.” Ani bak muneh.
“Adu diayabko Benu diya niku ji. Dang melamon ga ngicek jama Benu di. Iya udi senangun geghing ayayapan.”
“Ghiya kiya. Na api ngiya guwai sinji,” ani bakas saiya tikanjat.
“Ngilu maaf nihan ajo Pak Lunek,” ani sambil iya nangguh mulang, ghek busalam jama bak.
“Sik nina ni Benu,” ani bak, nginah bakas saiya adu lijung.

Sabtu, 14 April 2012

Kabupaten Pesisir Barat Lampung

Kabupaten Pesisir Barat Lampung Segera Disahkan



Googlemaps Kabupaten Pesisir Barat, Lampung 
BANDAR LAMPUNG (kompas.com) — Dewan Perwakilan Rakyat segera mengesahkan pembentukan Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, bersama dengan 18 daerah otonomi baru lainnya.

Selama ini, potensi di pesisir Lampung barat belum bisa optimal tergali akibat luasnya wilayah dan cakupan pelayanan.
Kepala Bidang Pengkajian Panitia Pembentukan Kabupaten Pesisir Barat Lampung Yuswanto, Selasa (10/4/2012), membenarkan bahwa Badan Legislasi DPR telah menyetujui rencana pengesahan ke-19 rancangan undang-undang daerah otonomi baru (RUU DOB) itu.

Menurut rencana, RUU DOB ini akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis, bersama pengesahan RUU Ratifikasi Konvensi Buruh Migran.

Menurut Yuswanto, pengesahan ke-19 RUU DOB ini merupakan kabar baik dalam pelaksanaan otonomi daerah. "Kami, panitia pembentukan, sebelumnya sudah optimistis itu akan disetujui mengingat persiapannya sudah sejak lama, yaitu 2008," ujarnya.

Menurut dia, pembentukan DOB yang sempat dimoratorium itu saat ini tidak terelakkan. "Selama ini, potensi di pesisir Lampung barat belum bisa optimal tergali akibat luasnya wilayah dan cakupan pelayanan," kata akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Lampung ini.

Kabupaten Pesisir Barat berada di ujung pesisir barat Lampung. Wilayahnya memanjang mulai dari Bengkunat hingga ke perbatasan Lampung-Bengkulu. Wilayah ini terdiri atas sembilan kecamatan. 

Kabupaten Pesisir Barat Lampung Butuh Perangkat Birokrasi  




BANDARLAMPUNG (Lampost.com): Pengamat hukum Universitas Lampung yang juga Panitia Pembentukan Kabupaten Pesisir Barat, Dr Yuswanto, SH, MH, menyatakan, kabupaten baru tersebut membutuhkan perangkat birokrasi memadai sebagai kebutuhan mendasar yang mesti ada menuju pengesahan pemekaran daerah tersebut.

"Tegasnya, sejumlah hal mendasar perlu disiapkan dan dipenuhi, untuk mendukung penetapan Pesisir Barat di Kabupaten Lampung Barat yang dimekarkan sebagai daerah otonomi baru (DOB)," katanya di Lampung, Jumat.

Terkait hal itu, menurutnya, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat, perlu bersama-sama menyiapkan perangkat dan segala sesuatu berkaitan pengesahan pembentukan kabupaten baru tersebut.

Dia menyebutkan, sejumlah kebutuhan mendasar itu, antara lain Pemprov Lampung bersama Pemkab Lampung Barat harus segera menyiapkan struktur serta personalia pemerintahan guna mengisi jabatan maupun staf, termasuk menyerahkan aset yang diperlukan.

"Gubernur Lampung juga perlu segera mengusulkan calon pejabat bupati Pesisir Barat itu ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), setelah Rancangan Undang Undang (RUU) Pembentukan Kabupaten Pesisir Barat disahkan dan ditetapkan menjadi Undang Undang oleh DPR RI," ujarnya.

Dosen yang juga Ketua Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) itu juga mengingatkan, perlu penyiapan sarana dan prasarana perkantoran, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas.

"Banyak hal harus disiapkan secepatnya, dengan dukungan Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Barat dan tentunya Pemerintah Pusat melalui Mendagri, serta masyarakat di Lampung Barat maupun wilayah kabupaten baru itu sendiri," kata dia lagi.

Ia mengingatkan, perlu dukungan pembiayaan sebagai kabupaten baru yang masih harus "disapih" oleh kabupaten induk sebelumnya, Lampung Barat, dan ikut ditopang Pemprov Lampung bersama Pemerintah Pusat.

"Pembiayaan Kabupaten Pesisir Barat itu perlu disapih bersama dengan bantuan APBD provinsi dan kabupaten induknya, serta dukungan dana APBN pusat. DPRD nya juga harus segera terbentuk, serta masih banyak hal lain yang mesti disiapkan dan diadakan," tuturnya.

Sejak tahun 2008, menurutnya, panitia pembentukan kabupaten itu telah mempersiapkan pemekarannya dari Kabupaten Lampung Barat, sehingga diharapkan setelah disahkan, bisa mendapatkan dukungan semua pihak.

RUU Kabupaten Pesisir Barat di Lampung diajukan pengesahannya oleh DPR RI bersama 19 daerah otonomi baru di Indonesia (RUU Pemekaran berupa satu provinsi dan 18 kabupaten, termasuk Kabupaten Pesisir Barat di Lampung, Red).

Siapkan Perangkat Daerah Sebelumnya, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengatakan, sementara ini pihaknya sedang merumuskan berapa kebutuhan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada DOB ke-15 di Lampung yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat itu.

Pihaknya juga sekaligus menginventarisasi aset yang nantinya akan masuk ke kabupaten baru ini.

Kabupaten Pesisir Barat berada di ujung pesisir barat Lampung, dengan wilayah memanjang dari Bengkunat hingga ke perbatasan Lampung-Bengkulu, dan memiliki sembilan kecamatan.

Potensi sumberdaya yang dimilki, antara lain perikanan darat dan laut, perkebunan, dan kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan(TNBBS).

Pemprov Lampung akan menyerahkan beberapa aset kepada Kabupaten Pesisir Barat setelah undang-undang pembentukan daerah pemekaran Lampung Barat itu disahkan.

Gubernur Sjachroedin juga mengatakan, selain merancang pembentukan SKPD, sebagai langkah awal setelah undang undang pembentukan kabupaten itu disahkan, segera dilakukan pula penunjukan pejabat bupati.

"Nanti akan diajukan beberapa nama kepada Menteri Dalam Negeri. Tapi belum dibahas siapa saja calonnya. Masih menunggu UU-nya terbit dahulu," ujarnya.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat Pesisir Barat dan lembaga yang mendukung pembentukan daerah otonomi baru itu, agar bersinergi mendukung pemerintah dan pembangunan di sana sehingga daerah itu bisa berkembang dengan baik.

"Apalagi Pesisir Barat memiliki potensi yang berlimpah, khususnya di bidang pariwisata, perikanan, dan kelautan, serta perkebunan kelapa sawit," katanya.

DPRD Lampung, menurut Ketuanya, Marwan Cik Asan, juga menyatakan optimistis Pemprov Lampung mampu memenuhi kewajiban membantu pembiayaan Kabupaten Pesisir Barat sampai daerah itu mandiri, setelah pembentukannya disetujui DPR.

Marwan mengatakan, menjadi kewajiban Pemprov Lampung dan kabupaten induk Lampung Barat untuk membantu pembiayaan Pesisir Barat.

Meskipun tidak menyebutkan dana yang harus diserahkan Pemprov ke Pesisir Barat, dipastikan jumlahnya masih dalam batas kemampuan Pemprov.

Hasil Musrenbang menyebutkan terdapat tambahan anggaran sekitar Rp500 miliar, sehingga untuk Pesisir Barat sebesar Rp5 miliar dinilai masih cukup. (ANT/L-1)


Pesisir Barat Segera Lahir
















JAKARTA (RadarLampung.com) – Bila tidak ada hambatan, inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan 19 daerah otonomi baru (DOB) akan diparipurnakan hari ini (12/4).

Pesisir Barat, Lampung, masuk dalam daftar usulan pemekaran bersama 18 daerah lain di Indonesia. ’’Harusnya diparipurnakan besok (hari ini, Red),’’ kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo kepada Radar Lampung di Senayan, Jakarta, kemarin (11/4).

Ia melanjutkan, pembahasan 19 rancangan undang-undang (RUU) tentang 19 DOB di tingkat Badan Legislasi (Banleg) DPR telah rampung. Jika paripurna menyetujui 19 RUU DOB tersebut, kata politisi PDIP ini, maka pihaknya akan mengirimkan hasilnya ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kemudian, lanjut dia, presiden akan menunjuk menteri yang bakal membahas bersama dalam panitia kerja (panja) atau panitia khusus (pansus) yang dibentuk DPR. ’’Hasil panja atau pansus RUU 19 DOB nantinya dibawa ke badan musyawarah (banmus) sebelum diparipurnakan menjadi undang-undang. Barulah 19 daerah resmi menjadi DOB,” jelasnya.

Ke-19 RUU DOB terdiri dari satu provinsi yaitu Kalimantan Utara, satu kota yakni Raha (Sulawesi Tenggara), dan 17 kabupaten yaitu Muratara dan Penukal Abab Lematang Ilir (Sumatera Selatan), Pesisir Barat (Lampung), Pangandaran (Jawa Barat), Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Malaka (Nusa Tenggara Timur).

Selanjutnya Pulau Taliabu (Maluku Utara), Mamuju Tengah (Sulawesi Barat), Banggai Laut dan Morowali Utara (Sulawesi Tengah), Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Muna Barat (Sulawesi Tenggara), serta Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak (Papua Barat).
Sebelumnya, seluruh fraksi DPR RI telah menyetujui usulan pembentukan 19 DOB. Hal ini disampaikan masing-masing juru bicara fraksi pada rapat pleno Banleg DPR pekan lalu yang dipimpin Ketua Banleg Ignatius Mulyono.

Dari pendapat mini fraksi yang disampaikan masing-masing juru bicara menekankan, pembentukan DOB diharapkan jangan menimbulkan permasalahan baru bagi daerah tersebut. Karena dari 205 DOB yang dibentuk, 80 persen dianggap belum berhasil.

’’Pembentukan DOB harus didasarkan kebutuhan dan kemampuan daerah untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi daerah otonom yang mandiri dan maju, bukan hanya didasarkan atas keinginan sesaat,” ujar Ignatius.

Untuk itu, lanjut dia, dalam pembahasannya nanti perlu kajian mendalam yang lebih nyata dengan mengunjungi daerah dimaksud dan menggali berbagai informasi yang dibutuhkan dari berbagai unsur masyarakat setempat. ’’Sehingga daerah yang akan dibentuk betul-betul sudah memenuhi berbagai persyaratan dan memang telah sepantasnya diberikan status sebagai daerah otonomi baru,’’ paparnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. menyatakan, jika nantinya sudah ada pengesahan, akan ada pemberitahuan kapan Kabupaten Pesisir Barat resmi berdiri. Pemprov, lanjut dia, akan menindaklanjutinya dengan merancang perangkat satuan kerja, menginventarisasi aset pemprov yang ada di sana, hingga penentuan penjabat bupati Pesisir Barat.

’’Kalau sekarang belum ada nama (Pj. bupati, Red). Tetapi, pemprov sudah mulai merancang. Dan untuk inventarisasi aset itu ada di bawah koordinasi asisten Bidang Umum Setprov Lampung,” kata mantan Kapolda Jabar itu.

Oedin –sapaan akrabnya– menyatakan, potensi Pesisir Barat yang nantinya merupakan pecahan Kabupaten Lampung Barat itu cukup menjanjikan. Di wilayah Pesisir Barat ada potensi perkebunan, pariwisata, dan kelautan. Ada pemekaran, ada likuidasi. Nah jika dalam perjalanannya nanti Pesisir Barat dinilai tidak mampu, maka terbuka kemungkinan dilebur kembali dengan Kabupaten Lambar.

’’Nah nanti dalam perjalanannya jika tidak mampu silakan saja dilebur lagi,” kata dia kemarin.
Terpisah, Sekretaris Panitia Pemekaran Kabupaten Pesisir Barat Edwin Hanibal menyatakan, usulan pembentukan Pesisir Barat sudah mulai direalisasikan sejak tahun 2000 silam. Pada 2007, seluruh kelengkapan persyaratan telah dilengkapi. Menurut Hannibal, calon Kabupaten Pesisir Barat akan mencakup 11 kecamatan.

Untuk ibu kotanya, menurut dia, ada beberapa lokasi. Namun, kemungkinan terbesar lokasi berada di Kecamatan Pesisir Tengah. ’’Waktu itu Kecamatan Karya Penggawa juga sudah mengajukan. Lalu Pesisir Selatan juga siap,’’ kata dia. (kyd/wdi/c1/ary)

Kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat:

1.Kecamatan Lemong,
2.Pesisir Utara,
3.Karya penggawa,
4.Pesisir Tengah,
5.Pesisir Selatan,
6.Bengkunat,
7.Bengkunat belimbing,
8.Ngaras,
9.Krui Selatan, dan
10.Way krui
11. Pulau Pisang




Sabtu, 31 Maret 2012

Lambang Paksi Pak Sekala Bekhak Paksi Bejalan Diway

Lambang Setelah Diperbaharui

Lambang Paksi Pak Sekala Bekhak Paksi Bejalan Di Way


Didesain awal oleh Fadillah Hasan


Lambang Desain Awal

kemudian disempurnakan oleh Ahmad Faiz Ramadhan 

dengan merujuk pada lambang yang ada di buku Selayang Pandang Paksi Buay Jalan Diway Kembahang, 


Lambang Dibuku Selayang Pandang

atas permintaan dari 
Nurwan Gawoh  dan Diandra NataKembahang Poerba
(Keluarga Besar Paksi Bejalan Di Way). 

Sabtu, 24 Maret 2012

WAYAK JAK PERPASAN

Wayak Jak Pekhpasan

Oleh: H. Yuzakki Chalik, S.H.
Gelar Dalom Limpahan Paksi 

Paksi Buay Bejalan Diway Pekhpasan



Way Laay gandai-gandai
Hakhus matohkon helu
 Kain bukhak ti khedai
Tangeh beguna diniku.

Way jambu lamon liku
Pangkalan dibah khuntan
Hukhik yu mati payu
Sapi niku ngandan badan.

Way timbul pajakh bulan
Pangkalan dibah buah
Sikam yu kambas kudan
Di pukuk kapan gayah.


Kanihing padang pekhing
Telaju jak hamarkha laay
Kik ngangonko di gekhing
Saka kuinom kik injuk way.

Bekhingin balik angin
Salai ni bukhung jawoh
Di dunia nyak ji lain
Di akherat lagi mejawoh.

Udi ya jukung  khadu liyu
Tunggak mit pulau pisang
 Tulung dengis pai sakikku
Kuk tanggai pandai miwang.

Khua kilo jak pulau
Labuhan di kuala
Jukung bawakni kuwau
Nyembekhang lawok bena.

Mak mati pandan kudo
Kik ditimbus-timbus umbak
Mak mati badan ji kudo
Kik niku saka mak ku liak.

Nenggekhi tano mangi
Sanak pindah sekula
Kak di bingi tihanipi
Di khani disepok mata.

Pekon punduk sai masuk
Menyancang sai mepangga
Sekam yu kambang kheduk
Angkah pang lalimuk dunia.

Dang niku tekhai khani
Teduhni sai bukekhangan
Miwang ngagegok jakhi
Ngupas luh kikhi kanan.

Bulan bakha pak belas
Pintakh ni sanak ngaji
 Khepa mak tinggal malas
Kik niku mungkekh janji.



Catatan:
PEKHPASAN = Pekon Perpasan, Way Nukak, Kec Karya Penggawa, Kab Pesisir Barat

 terdapat banyak perubahan yang dilakukan penulis agar lebih baik dan pas..

Sumber: 

http://gumuntur.wordpress.com
Edi Gumuntur (Putra Ke-dua dari Pak Dalom Yuzakki chalik) 

Minggu, 18 Maret 2012

CEKHITA BUTTAK: 'PENGILU NI AJJONG'

Cekhita Buttak: 'PENGILU NI AJJONG'